Anda bukan sekedar berinvestasi tetapi membeli kebun menjadi milik Anda sendiri kemudian memproduktifkannya.

 

KKP dan FEW : Agar Yang Langka Saling Menjaga

Oleh: Muhaimin Iqbal

Makanan, energi dan air atau disingkat FEW (Food, Energy and Water) adalah tiga kebutuhan dasar manusia yang semakin langka ketersediaannya. Disisi lain sarana untuk membelinya yaitu uang Anda, juga barang langka yang tidak mudah Anda peroleh. Bila keduanya (FEW dan Uang Anda) dibiarkan terpisah seperti selama ini, maka kebutuhan manusia yang langka itu akan semakin langka.

Sebaliknya bila yang satu (uang Anda) dipakai untuk menjaga yang lain (FEW), insya Allah yang langka itu akan tetap tersedia dan malah bisa balik menjaga uang Anda. Inilah esensi program Kepemilikan Kebun Produktif (KKP) yang ingin kami perkenalkan lebih detil ke Anda.

Berkebun atau mengolah lahan secara produktif adalah salah satu cara yang bisa Anda tempuh untuk menjaga ketersediaan pangan, energi dan air bagi masyarakat kita sekarang ini maupun anak cucu kita kedepan. Bahkan bukan hanya menghasilkan FEW, berkebun atau memiliki lahan produktif juga merupakan cara yang efektif bagi Anda untuk mempertahankan dan memproduktifkan hasil jerih payah Anda.

Grafik dibawah mengilustrasikan uang Anda yang idle di deposito pertumbuhannya akan berhimpitan dengan tingkat inflasi, harga tanah akan tumbuh rata-rata di atas inflasi. Bila di atas tanah tersebut ditumbuhkan tanaman-tanaman yang produktif, maka hasilnya akan lebih dari berlipat dua dari deposito atau inflasi – yaitu hasil kumulatif kenaikan harga lahan dan hasil produksi tanaman di atasnya.

Ini adalah logika sederhana yang mudah dipahami oleh siapapun, masalahnya adalah bagaimana Anda bisa berkebun bila selama ini seumur-umur Anda bekerja di kantoran dan tidak ada pengalaman untuk itu ?

Banyak sekali yang perlu Anda pelajari mulai dari pilihan lahan dimana Anda akan bercocok tanam, tanaman apa yang menjanjikan, bagaimana mengelolanya agar hasil optimal, kemana produknya nanti akan dipasarkan dlsb.dlsb. Inilah problem-problem yang kami hadapi ketika kami mulai berkebun, baik yang skala mini atau mikro dengan beberapa hektar maupun yang full commercial scale beberapa ratus hektar.

Maka problem-problem yang berhasil kami atasi tersebut kini akan kami buat available bagi masyarakat yang ingin mengikutinya dengan program yang mulai kami perkenalkan sejak pekan lalu yaitu program Kepemilikan Kebun Produktif atau KKP. Resources yang berhasil kami integrasikan untuk perkebunan yang efektif ini dapat dilihat pada ilustrasi dibawah. bahkan nantinya dengan dukungan perbankan syariah, Anda tidak harus membayar tunai sekaligus kebun-kebun tersebut.

Intinya Anda membeli kebun dimana yang Anda sukai dari pilihan klaster-klaster perkebunan yang nantinya kami tawarkan. Kebunnya adalah hak milik Anda (Sertifikat Hak Milik), tanaman diatasnya adalah pilihan Anda dari pilihan-pilihan yang kami rekomendasikan, pengelolaannya sampai pemasaran hasilnya bisa Anda sendiri atau diserahkan ke kami atau kombinasi keduanya, dan hasilnya kita atur pembagiannya dalam akad syirkah yang adil bagi keduanya.

Tertarik ?, bila Anda tertarik – prosedur keterlibatan Anda dalam program KKP ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Setelah Anda menyatakan minat Anda, kami akan undang Anda bersama keluarga Anda untuk program Tour de Keboen. Kami ingin membangun experience yang fun bagi Anda dan keluarga Anda dalam proses berkebun ini.

Ini untuk menghindari apa yang terjadi pada generasi sekarang – dimana tidak ada lagi minat untuk terjun ke perkebunan dan pertanian sehingga kebun-kebun di Jawa banyak yang dibiarkan terlantar oleh generasi penerus yang tidak lagi tertarik dunia perkebunan atau pertanian.

Maka melalui Tour de Keboen ini kami ingin kembali membangun kecintaan untuk berkebun, bagi generasi Anda maupun anak-anak Anda yang nantinya akan meneruskan upaya pemenuhan FEW melalui berkebun sampai bergenarasi kedepan.

Kami pilihkan target pertama sepanjang pulau jawa dalam project yang kami sebut Green Jawa Project, antara lain juga agar proses yang enjoyable ini bisa dibangun. Bersama-sama kita bisa misalnya sewa gerbong kereta wisata untuk diarahkan ke stasiun terdekat dari target-target kebun kita dst.

Dari Tour de Keboen tersebut bila Anda dan keluarga Anda mantab untuk ikut program Kemilikan Kebun Produktif ini, proses selanjunya Anda bisa membuat perencanaan keuangannya dan kami bantu perencanaan operasionalnya. Selanjutnya kita bisa bicarakan kebun-kebun mana dengan ukuran berapa yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Bersamaan dengan itu proses pengadaan kebun secara legal formal juga kita persiapkan bersama.

Asumsinya program ini berlanjut dengan Anda akhirnya bisa memiliki seluas tertentu kebun dalam klaster-klaster perkebunan yang nantinya kami tawarkan. Maka proses selanjutnya adalah kerjasama operasional yang kami ilustrasikan dibawah ini.

Kerjasama ini akan meliputai pengelolaan kebun secara keseluruhan sampai pemasaran hasilnya. Bila akhirnya program ini bisa menggerakkan masyarakat secara luas, maka bukan hanya hasil materi yang bisa kita peroleh berupa kenaikan harga kebun dan hasil produksi tanamannya, tetapi juga terjaganya ketersediaan air dan udara bersih di pulau yang sudah semakin padat dan menuju ketidak layakan huni ini.

Air tanah di Jakarta dan sekitarnya mulai tidak layak minum, udaranyapun semakin tercemar - maka sebelum kondisi yang sama menjalar ke seluruh pulau Jawa – kita bisa berbuat untuk membalik arahnya dengan rame-rame berkebun ini.

Kelihatannya indah, tetapi bukan tanpa resiko. Resiko apa yang Anda hadapi bila program berkebun ini tidak berjalan seperti yang diharapkan ?. Bisa saja hasil tanaman tidak seperti yang diharapkan, pasar tidak menerima dengan harga yang seharusnya dlsb. dlsb. tetapi melalui program KKP ini lahan tetap Hak Milik Anda – kenaikan harga lahan insyaallah masih akan selalu di atas inflasi dan rata-rata deposito.

Silahkan mulai mendaftarkan minat Anda bila Anda tertarik, selanjutnya kami akan undang Anda untuk Tour de Keboen naik kerata api tut...tut...tut... Insya Allah.


Cari Lokasi Tanah